Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

Mari Renungkan

Gambar
Usia 30, peringatan itu bertambah keras. Usia 40 lebih keras lagi. Puncaknya adalah 60 tahun. Saudaraku, Tak seorangpun tahu bagaimana dan kapan tempo hidupnya berakhir. Tak ada yang tahu bagaimana dan kapan tubuh menjadi payah oleh sakit. Saat ia tidak bisa lagi secara optimal melakukan ketaatan dan amal-amal shalih sebagai tabungan di hari akhir. Seorang Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, sahabat dekat Rasulullah saw pun pernah menangis saat menderita suatu penyakit, di detik-detik akhir hayatnya. “Aku menangis karena aku justru menderita sakit, pada saat amal ibadahku berkurang, bukan pada saat aku semangat.” Karena itu Umar bin Khattab radiallahu anhu mengatakan, “Hasibu anfusakum qobla antuhasabu” , berhitunglah kepada dirimu sendiri, sebelum engkau dihitung di hari akhir. “Kafaa bi syaibi wa’izan” , cukuplah uban di kepala itu menjadi peringatan, begitu filosofi para salafushalih untuk mengingatkan dekatnya waktu “panggilan” Allah swt. Saudaraku, Inilah dering peringatan hati...

Menikmati Asyiknya Permainan Tempo Dulu

Gambar
PULUHAN siswa SDN Bedono 01 Kecamatan Sayung, Demak, terlihat riang gembira. Terik matahari yang menyengat tak terasa oleh asyiknya bermain ular-ularan, go back to door (gobak so dor), dan lainnya. Keasyikan mereka semakin terasa, karena sejumlah peserta adalah orang asing yang sudah dewasa. Ya, sejumlah warga Jepang yang tergabung dalam Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) sengaja melibatkan anak-anak dalam program mereka. Selama ini OISCA melakukan program penghijauan pantai. Bukan hanya itu, mereka juga membantu pembangunan gedung SDN Bedono I yang telah terandam air rob dan membangun Puskesmas Bedono. Setiap melakukan penghijauan pantai, LSM yang peduli lingkungan itu, senantiasa melibatkan anak-anak. Untuk mencairkan suasana, mereka biasanya mengisi dengan permaian. Meski sebagian sudah berusia 35 tahun ke atas, mereka tak canggung bermain layaknya anak-anak. Dalam gobak so dor misalnya, mereka berbaur dalam satu tim dengan anak-anak. ’’Tenaga ana...

Diplomat Minang Berlidah Pedang

Gambar
D i panggung rapat Sarekat Islam itu, Muso –kelak menjadi tokoh Partai Komunis Indonesia– berdiri, kokoh. Dia melihat para anggota rapat, tersenyum. “Saudara, saudara, seperti apa orang yang berjanggut itu,” tanyanya. Para peserta seperti kaget. Tapi, mereka menjawab juga. “Kambing!” “Lalu, seperti apa orang yang memasang kumis,” tanya Muso lagi. “Kucing!” “Terimakasih.” Muso tergelak, lalu turun dari podium. Kemudian, seorang lelaki kecil, berjanggut panjang, berkumis, naik podium. Dia tersenyum sebentar pada peserta rapat. Mengelus janggutnya, berdehem, dan bertanya, “Tahukah Saudara, seperti apa orang yang tidak berkumis dan berjanggut?” Koor jawaban pun bergema. “Anjing!” Lelaki berjanggut itu tersenyum. Kemudian meneruskan pidatonya, menjelaskan agenda Sarekat Islam dalam menghadapi politik kolonialisasi Belanda. Lelaki berjanggut dan berkumis panjang itu adalah Haji Agus Salim, pentolan Sarekat Islam. Sejak awal, dia memang agak berbeda sikap dengan Muso. Tapi, Agus Salim selalu ...

Bercermin Ramadhan

Gambar
P ergimu tak pernah aku kehendaki, tetapi kehendak Allah 'Azza wa Jalla yang menyelaraskan aturan waktu dari ramadhan ke bulan syawal. Kembali diperbolehkan berbuka atau kembali kepada rutinitas biasa, tanpa di haramkan makan minum pada siang hari itulah 'idul fitri, menunaikan membayar zakat fitrah saling bersilaturrahim pada saudara, tetangga, teman, dan kerabat jauh itulah suasana bulan syawal di negara kita. Bayangan ramadhan bagi kaum alim, akan selalu melekat pada hari2 selepasnya, meningkatkan ibadah, meningkatkan kebajikan dan selalu menjaga diri, menahan diri dari keburukan hidupnya, namun akan sangat ironis bagi kaum awam, makna berlalunya ramadhan banyak yang menandai dengan sesuatu yang tiada manfaatnya bahkan lebih condong kepada kemudharatan. Sesuatu itu dapat berupa membuat dan membunyikan petasan dengan beaya besar yang penuh dengan resiko terkena ledakannya sementara banyak sekali saudara kita yang kurang mampu memikirkan apa yang harus dimakan esok pagi, karen...