Postingan

Meneladani kecerdasan kepemimpinan Rasulullah SAW

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pada hari yang indah ini Alhamdulillah saya masih diberikan panjang umur sehingga dapat mengikuti ritual ibadah Jum’at sebagaimana biasa. Bagi saya mungkin ini hari luar biasa karena pada saat-saat jum’atan yang lalu hamper dapat dipastikan kalau jum’atan ada mimpinya walau sebentar. Entah disebabkan capek atau khotbah yang kurang asyik didengar (Allahummaghfir li wali jamii’ilmuslimiin. Amiin). Untaian indah kalimat khatib (Ust. H. Abdullah Siddiq), terdengar bait-baitnya yang tidak puitis tetapi sejuk. Kurang lebih demikian isinya (singkat saja) : Sebagai seorang pemimpin Rasulullah SAW tidak perlu diragukan lagi etika kepemimpinannya. Mulai dari sifat kecerdasan beliau, amanahnya, shiddiqnya, serta tablighnya. Khatib mengklasifikasi cerdas dalam beberapa pengertian. Yang pertama Beliau (Rasul) adalah cerdas yang intelektual (rasional). Emosional (etis). Spiritual (religius). Pemimpin yang cerdas pastilah banyak jumlahnya. Akan tetapi kecerd...

Baca Pikiran Manusia

PADA zaman serba mesin ini, jangan heran bila sebuah komputer di masa depan nanti mampu mengenali mood Anda, bahkan mungkin bisa dijadikan teman curhat. Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan AS dan Inggris memungkinkan komputer memiliki sensitivitas terhadap emosi pengguna (user). Teknologi yang dikembangkan ini mampu menganalisa kombinasi dari beragam gerak wajah yang merepresentasi perasaan seseorang. Profesor Peter Robinson dari Universitas Cambridge (Inggris) mengatakan, sistem ini bekerja melalui bantuan kamera video yang diarahkan ke wajah user, sehingga mampu memonitor perubahan psikisnya setiap saat. Aplikasi dari program komputer itu pun bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan yang luas, seperti menolong pengendara yang kesulitan mengendalikan emosinya saat menyetir mobil, hingga membantu perusahaan merancang strategi promosi yang tepat berdasarkan mood konsumen. Bayangkan, jika komputer saja mampu secara detail memahami emosi manusia, mungkin suatu saat nanti handphone, mo...

Alunan Musik di Palestina

Gambar
Ketika mendengar alunan musik nan merdu, tentu hati akan mengikuti kemana alunan itu terarah. Tetapi yang mengalun itu adalah sebuah pesawat-pesawat tempur yang siap menghunjamkan berbagai rudal mematikan, thank-thank berteknologi mutakhir yang terus-menerus bersuara lantang merenggut nyawa, tentu arah hati akan mengikutinya sebagai irama kematian. Ada luka dan kesengsaraan yang terus meliputi saudara-saudara kita. Palestina yang dahulu damai berseri, kini menjadi arena kematian yang terdahsyat sepanjang sejarah. Tetapi kita percaya bahwa tiada yang kekal apa yang bernama kejahatan, karena jelas bertentangan dengan aturan Tuhan. Setidaknya orang seperti Enstein lebih setuju dibandingkan orang yang mengaku dirinya terbaik diantara umat manusia. Tidak ada pembenaran apapun alasannya atas penghakiman sepihak yang mencabik-cabik rasa peri kemanusiaan dan keadilan, hak untuk hidup sebagaimana mestinya. Mengabaikan nilai-nilai luhur kehidupan. Benar-benar ironi sebuah ajaran hidup beretika, ...

Mereda

Gambar
Puji syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas KuasaNya diriku masih diberi kekuatan jari menitikkan tumpahan pikir kedalam rumah blog ini. Kerinduanku pada suasana keakraban para blogger terus melaju walau kuakui ada sesuatu yang membatasi sebuah pekerjaan manusia. Sesuatu yang sering dilawan oleh sebagian kawan-kawan. Sesuatu itu tak lain adalah "JENUH". Tetapi itu masa lalu tepatnya tahun lalu, karena kini kita telah masuk tahun baru. Barangkali juga itu yang membuat kejenuhan ini agak mereda, hemm....(agak mungkin masih nih). InsyaAllah sudah semangat lagi sekarang tetapi tetap membutuhkan energi ekstra yang benar-benar mujarab. Ditahun baru ini sudahkah kita menjadi kupu-kupu yang telah menyelesaikan semedinya selama satu tahun guna memperbaiki kwalitas dirinya dihadapan dunia, apalagi di hadapan Tuhannya?? (mirip ya sama lagunya om jalu) Biarpun belum jadi kupu-kupu tapi kita akan setuju kalau bilang "NO WAR FOREVER" tetapi akan selalu mengisi...

Musim Dingin

Gambar
Pagi telah mendayung sampai ketengah, kurasakan siang yang begitu panjang. Meskipun layar yang terkembang tak seindah biasanya, lautan hari ini tetap tersenyum, seiring keanggunan rintik hujan bulan desember. Seperti biasa melahap hari penuh makna, tak berbeda dengan suasana kali ini. Mungkin seperti roda mobil itu, yang terus terpampang seperti lukisan yang bergerak monoton. Kearah mana aku memarkir pikiran menggugah lamunan supaya berarti belum juga ku mengerti. Karena aku kali ini begitu terpana, suara merdu para peminta, tetapi Alhamdulillah ku masih diberi kesempatan memberi tetapi tak banyak, semangat ya...hanya semangat untuk mereka yang rajin membagi pahala dengan sesama. Terima kasih kawan, kau mau menerima. Di tengah lautan hari, terkadang tak mengerti arah juga, inilah kerepotannya bukan peramal. Seandainya ku peramal, pasti ku carikan hiasan terindah penghuni negeriku, agar setiap susah yang didapat para saudaraku terasa ringan melihat buku ramalanku. Hanya melihat saja. Sa...

Bebas

Gambar
Ku katakan dengan jujur engkau adalah saudaraku, engkau orangtuaku, tetapi aku baru bisa menganggap saja, ketika hatiku bersinar kemilau bak nur kebaikan, maka semua akan baik-baik saja tetapi, terkadang........ kebuasan menyelimuti diri bak gumpalan hening yang pekat lalu anggapanku akan menjadi apa, bila ada salah satu berada di dekatku, karena aku sedang bergelut dengan segala kebebasan, mungkin bebas sebebas-bebasnya asalkan tak terlihat bapak polisi, satpam, ataupun pak RT, Tuhan Maha Melihat tetapi aku lupa, Tuhan Maha Tahu tetapi aku sudah terbuai aku ingin berhenti tetapi tanggung....?????? aku lanjutkan dan terus lalu sampai ah... ini semua... pengaruh mungkinkah, tetapi aku kan bebas, bergaul siapa saja, dengan apa saja asyik kan??? iya mungkin.. jauh hariku kedepan yang akan menjadi paling depan, apa sepertiku, apa..??? generasi yang mana lagi dipilih kalau sepertiku semua...mari tak terlambatkah saat ini menggapai prinsip "STOP UNTUK PERGAULAN BEBAS, INSYAALLAH SELAMA...

Bulanpun Telah Terbelah

Moon Split: From NASA - The best bloopers are here Kekuasaan Tuhan tiada duanya, antara pengetahuan dan wahyupun tidak ada kesenjangan, Subhaanallah, Subhaanaka maa khalaqta haadzaa baathila.