Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Teguran Logika untuk Sang Rasa

Gambar
Diamuk dinginnya fajar, percakapan mengalun dalam gelutnya, rupanya Sang Logika sedang meramu sabda untuk Sang Rasa. Dalam irisan syairnya Sang Logika bertutur: "Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah salah wahai raja bahana, ucapanmu meluluh lantahkan derma sejati Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah keliru wahai periuk fatamorgana, tempatmu tidaklah seluas makna aslimu Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah cela wahai graham gulita, gigitanmu beraroma remukan dada Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah menipu wahai permata palsu, kilaumu hanyalah bualan konyol di keaslian sabda-sabda Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah bersandiwara wahai satria tanpa pesona, ketampananmu bermuka masam dalam hiasan dusta Satu sudut pandang saja cukup, kamu telah terlihat wahai piningit kesiangan, ku kira wibawa ternyata jubah angkara Satu sudut pandang saja cukup, kamu tak cukup kuat wahai perahu retak, kau akan menahkodai ketimpangan yang tak ada ijin Satu sudut p...