Postingan

Menampilkan postingan dengan label ikhlas

Kepasrahan dan Bhakti Seorang Hamba

Gambar
MENGENAKAN hem lengan panjang dan sarung dan peci hitam, H Supriyanto (58) tersenyum lebar. Sesekali mulutnya mengisap rokok keretek. Di sampingnya, sejumlah kerabat, tetangga, dan kolega tampak heran. Bagaimana tidak, orang yang baru saja kehilangan harta senilai Rp 3,5 miliar itu tak tampak sedikit pun galau apalagi stres. Dia bahkan dengan santai dan seksama mencermati berita di koran tentang perampokan yang menimpanya. ”Kepingin tahu. Barangkali ada yang salah atau tidak pas,” kata ayah dua anak itu sambil melempar senyum. Anak kedua dari 12 bersaudara itu mengaku mendapat kabar perampokan tersebut pertama kali dari Fajar, penjaga malam di rumahnya, RT 1 RW 1, Desa/Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Saat itu dia tidur di rumahnya yang lain di Desa Sikumpul, beberapa kilometer dari lokasi kejadian. ”Fajar datang sekitar pukul 03.00. Kata pertama yang dia sampaikan kepada saya, kapesan (musibah-Red),” tutur juragan emas itu menirukan Fajar yang datang tergop...

Ikhlas dan Jadi Pemenang

Gambar
Telah lama juga absen dari dunia blog, kangen dan sekaligus gatal untuk bisa kembali aktif berbasa-basi lewat coretan. Walaupun berat namun harus ku paksakan demi menghidupkan suasana maya yang banyak memberikan inspirasi perjalanan hidup. Indahnya pagi menantang para insan untuk memperkaya diri baik dengan pekerjaan, olah raga, atau apalah yang penting beraktivitas. Asal tidak memperkaya materi yang melumpuhkan sendi moral. Apalagi sampai menjadi mafiaso segala, waahh..jangan deh. Bangunan Rohani indah terasa dengan segala pernik-pernik keikhlasannya, biarpun penuh materi keikhlasan akan membawa setiap yang ada pada pemiliknya memberi pada yang membutuhkan, begitupun sebaliknya walau materi tertutup secuil kain tetapi hati tiada merasa ikhlas menerima maka dirinya sendiripun tidak akan diberi rasa nikmat kalau itu bentuknya makanan. Kalau sekarang kita kembali pada sebuah permainan umpamanya sepakbola, lho kok jauh amaat larinya?? (Maksudnya inikan lagi in)wahai para supporter dan par...

Suara Langit

Musim kian tak menentu, di saat dulu musim hujan bisa jadi sekarang kemarau pun di saat dulu kemarau bisa jadi sekarang hujan terus menerus. Lalu apa peduliku mengintip hari-hari seperti ini, usahakan yang diambil resapi yang baik-baik saja. Seperti hari ini semringah hari yang tertutup mendung tak membuatku dan para pencari ilham hidup layu lunglai dalam bekapan awan gulita. Masih saja terdengar suara indah menyanjung kelemahan. Ketika matahati ini benar-benar mengintip tajuk kebaikan membelai mesra. Betapa hilir mudik kata seorang Khatib mengalun penuh kasih terhadap sesama, dimulai syukur shalawat doa hingga cerita yang penuh makna. Masa sepasang suami istri berikhtiar untuk menunaikan haji. Dalam kesederhanaan transportasi kala itu tak menutup niatnya untuk sampai di Masjidil Haram kota Makkah Al-Mukarramah dan juga Madinatul Munawwarah. Jarak ribuan mil ditempuh untuk sebuah cinta, Cinta pada Allah dan Rasul-Nya, sehingga berkembang menjadi cinta terhadap sesamanya. Diterpa keleti...