Postingan

Bergairahlah, kawan....Ayo!

Gambar
Melongok kembali gairah, terus ku raba senyum untuk menghadirkan sedikit nilai dari gabungan rasa. Otak atik gelagat tawa yang tertimbun nuansa semilirnya aliran udara, hmmm...nampak nyaman walau sebentar. Halo ku sapa, kerut siang yang tak kunjung membuncah, tapi ku paksa juga agar ia segar bersama terik surya. Ayolah kawan bergairahlah menghela laju problema yang kian hari kian menumpuk indah, seindah nikmat Tuhan bagi yang pandai bersyukur, tak usahlah tersungkur di gerigi pesimis kehidupan karena kita hanya akan menjadi bahan gunjingan yang tak sedap. Terlampau singkat hanya memberi kesan suram bagi jalan kita, karena kasih sayang yang diberikan alam pada kita adalah ajaran alamiah yang patut direnungkan. Jangan sekali-kali menyumbatnya dengan ego kita yang tak sepatutnya. Plong kan kebersihan jiwa dalam anugerah, syair para burung itu menggelembungkan bahasa dinamika yang terus sempurna dalam mengiring damai proses ini, ayo alihkan isu genting yang mengakibatkan kiama...

Suara sebagai Nikmat

Alkisah, dalam kegersangan malam nan rajut, seraut wajah kusam meramu lamunan. Hingar Idul Fitri yang terpatri memaksa lingkup jasmaninya bergembira. Batangan harapan disapa dengan sedikit kantuk, sedikit respek, pula sedikit senyum. Tabuh malam memang belum larut, khayalnya masih tajam, melambung lepas hingga tepian cahaya angkasa. Denyut kampung yang tak ramai memberi kekhusyukan bingkai hati tanpa kalimat. Ulasannya hanya sederhana, sedikit tanya saja: "dimana kegembiraan setelah lepas Ramadhan? dimana kebahagiaan tradisi Lebaran?" Hal aneh yang hanya membuat orang semakin bingung, dirasa tak perlu seriuslah menjawab. Karena pada akhirnya ia tatap kerlip bintang itu penuh kekaguman, banyak sekali ayat-ayat Tuhan memberikan sinyal tasbihNya, termasuk gemintang yang senantiasa berikrar pada kesetiaan tasbih mereka pada Rabbnya. Hingga keindahan lamunan yang terus seru itu, berujung mauidhah seorang Ustadz: "....suara yang kita keluarkan tak akan hilang, karena...

13Th for Uncle Google, Happy Birthday

Gambar
Hari ini sangat istimewa, kebiasaan dari istimewa tentu rasa suka yang ada. Seperti halnya lambang kegembiraan lain, jagad maya punya juga suksesi hari seperti yang dialami Master Maya " Om Google ". 13 tahun ini Paman Google kita merayakan Ulang Tahunnya. Jasa-jasa yang kau berikan tentu tak akan cukup bila hanya dengan ucapan. Tetapi doa ini semoga menambah panjang usiamu berjuang dengan waktu. Semoga banyak hal positif yang tergali dalam senyummu. Semoga ada kesadaran yang didapat dari mengenalmu untuk menuju ke arah lebih baik. "Happy Birthday" Uncle " Google " 13th. Thanks.

Tradisi yang Penuh Resiko

Ramadhan baru saja berlalu. Senandungnya yang merdu, membuat rindu para insan yang merasa dekat dengannya. Namun bagi sebagian orang Islam, mungkin berakhirnya ramadhan adalah kebahagiaan karena telah bebas dari mengekang nafsu, baik makanan ataupun syahwat. Syawal menyambut keceriaan kita, bukan saja orang-orang yang beribadah puasa, tetapi hampir merambah semua lapisan masyarakat di dunia. Tak mengenal dari Suku apa, Organisasi apa, dan Agama apa. Setidaknya itu terjadi di negara kita, Indonesia. Perputaran ekonomi yang menembus angka puluhan triliun dalam kurun waktu sebulan saja, menjadi angka yang prestisius. Pengorbanan mahal yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang, itulah resiko fatal yang rela dibayar. Dahsyatnya refleksi Syawal bagi kita orang Indonesia. Dari serentetan peristiwa sejarah yang terus berulang, marilah kita mencontoh kesabaran, kehati-hatian, kepedulian, keharmonisan, dan segudang pelajaran puasa yang ada. Mengapa ada resiko yang begitu besar dari unsur ibadah?...

Galeri Photo 2

Gambar

Galeri Photo 1

Gambar
Apaan sih... Alhamdulillah tinggal segini.... Enak ya Bu, makan di tepi pantai!! Eeh...kejepret kamera duluan.... Rujakan yuukk..... Aku dapat kak..... Duh airnya mana sih, eh..dah di tepi..hi..hi... Siap menerkam!!! Sikucing............... Cantikkan mami???..... Naik Gajah Bonbin Mangkang............. Lumayan dapat bacaan......... Wahh...dah terbang...... Papa kejar aku..!! Cepat besar Nak, lekas jadi Pemimpin Bangsa, jangan hanya pemimpi saja, Amiin.

Pemimpin Masa Depan

Gambar
Penting, itulah istilah baku bagi kita sebagai manusia tentang ilmu pengetahuan. Dari buaian sampai kembali pada sang Khaliq, kewajiban tetap ada bagi pencari ilmu. Tanpa batas usia, demikian indahnya ilmu dan belajar. Kampung yang agak jauh dari keramaian kota, kemampuan tenaga pendidik seadanya, namun harapan besar membara. Pos PAUD Cempaka,Desa Jamus -Mranggen, slogan nama tertera. Kesibukan merambah pagi bersama keceriaan mentari. Para anak didik dan para walinya berkumpul hangat dalam redup bangunan sederhana. Rupanya saat itu setahun sudah kegiatan Belajar Mengajar. Saatnya jeda dan menggelar wisuda, serta penerimaan anak didik baru. Tetapi bukan hanya itu, lebih mengasyikkan lagi karena seluruh Keluarga Besar Pos PAUD Cempaka juga mengadakan Wisata ke Kebon Binatang Semarang dan Pantai Sikucing Weleri, Kabupaten Kendal. Dari rangkaian tersebut, besar sekali harapan Pengelola dan para orang tua, agar kelak putra-putri terbaik kampung ini benar-benar menjadi Pemimpin masa depan ya...