Postingan

Obyek yang indah dan Langka

Gambar
ADA sebuah jembatan terbuat dari karang, menghubungkan daratan Kabupaten Rembang menuju Pulau Marongan. Jembatan unik itu muncul saat air laut surut, tepatnya di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Jika mau, orang bisa saja berjalan di atas jembatan terbuat dari gugusan karang memanjang hingga pulau itu. ”Tapi itu dulu, saat kondisi karang masih bagus. Saat ini, jembatan karang itu sudah sulit dijumpai lagi,” jelas Sutono (50). Ia yang juga kepala Desa Tasikharjo menuturkan, Pulau Marongan dan Pulau Gede dulu pernah menjadi surga bagi para pemancing. Gugusan karang di sekitar pulau menjadi rumah ideal untuk ikan dan ekosistem biota laut lainnya. Sayang, abrasi, pencurian terumbu karang, hingga pembalakan liar di kedua pulau tersebut, mengubah 180 derajat wajah kedua daratan mungil itu. Pulau dan gugusan karang pun sepertinya tinggal menunggu waktu terhapus dari gambar di peta. Sutono menerangkan, saat ombak pasang, Pulau Marongan yang sebelumnya tercatat me...

Kepasrahan dan Bhakti Seorang Hamba

Gambar
MENGENAKAN hem lengan panjang dan sarung dan peci hitam, H Supriyanto (58) tersenyum lebar. Sesekali mulutnya mengisap rokok keretek. Di sampingnya, sejumlah kerabat, tetangga, dan kolega tampak heran. Bagaimana tidak, orang yang baru saja kehilangan harta senilai Rp 3,5 miliar itu tak tampak sedikit pun galau apalagi stres. Dia bahkan dengan santai dan seksama mencermati berita di koran tentang perampokan yang menimpanya. ”Kepingin tahu. Barangkali ada yang salah atau tidak pas,” kata ayah dua anak itu sambil melempar senyum. Anak kedua dari 12 bersaudara itu mengaku mendapat kabar perampokan tersebut pertama kali dari Fajar, penjaga malam di rumahnya, RT 1 RW 1, Desa/Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Saat itu dia tidur di rumahnya yang lain di Desa Sikumpul, beberapa kilometer dari lokasi kejadian. ”Fajar datang sekitar pukul 03.00. Kata pertama yang dia sampaikan kepada saya, kapesan (musibah-Red),” tutur juragan emas itu menirukan Fajar yang datang tergop...

Sineas dari Blok M (Mranggen) Mendunia

Gambar
Pagi ini ada liputan menarik dari Suara Merdeka yang membuat kebanggaan tersendiri, tentang karir seniman bernama Nurman Hakim yang ternyata berasal dari tempat yang tidak asing bagiku yaitu Mranggen. Kalau orang wilayah sekitar biasa menyebut Mranggen City (Kota Mranggen) Semarang Timur, tetapi bagiku Mranggen adalah kota Kecamatan yang ikut administrasi di Kabupaten Demak. Ini hanya sebuah gambaran kecil tentang suasana kota kecil Kecamatan yang kerap sekali dihinggapi kemacetan karena memang menjadi satu-satunya akses dari arah Purwodadi menuju Semarang dengan jarak tempuh tercepat, apalagi di sekitar perbatasan Mranggen-Penggaron banyak industri yang menyerap ribuan tenaga kerja sehingga aktivitas transportasi menjadi ramai padat sementara jalan raya yang ada belum mengalami pembenahan yang memadahi. Itupun masih ada Pasar tradisional yang sangat aktif dan terbilang cukup besar bagi kami warga sekitar dan juga tetangga-tetangga kecamatan, bagi sebagian arek muda menyebutnya dengan ...

Ikhlas dan Jadi Pemenang

Gambar
Telah lama juga absen dari dunia blog, kangen dan sekaligus gatal untuk bisa kembali aktif berbasa-basi lewat coretan. Walaupun berat namun harus ku paksakan demi menghidupkan suasana maya yang banyak memberikan inspirasi perjalanan hidup. Indahnya pagi menantang para insan untuk memperkaya diri baik dengan pekerjaan, olah raga, atau apalah yang penting beraktivitas. Asal tidak memperkaya materi yang melumpuhkan sendi moral. Apalagi sampai menjadi mafiaso segala, waahh..jangan deh. Bangunan Rohani indah terasa dengan segala pernik-pernik keikhlasannya, biarpun penuh materi keikhlasan akan membawa setiap yang ada pada pemiliknya memberi pada yang membutuhkan, begitupun sebaliknya walau materi tertutup secuil kain tetapi hati tiada merasa ikhlas menerima maka dirinya sendiripun tidak akan diberi rasa nikmat kalau itu bentuknya makanan. Kalau sekarang kita kembali pada sebuah permainan umpamanya sepakbola, lho kok jauh amaat larinya?? (Maksudnya inikan lagi in)wahai para supporter dan par...

Sindrome Berita Heboh Ariel dan Luna

Cobaan lagi dan lagi-lagi cobaan. Kata yang indah buat semua permasalahan kita. Belum juga kelar satu permasalahan di negeri ini tentang korupsi, politik, penggusuran sekarang muncul berita yang sangat menghebohkan, yaitu beredarnya video tak senonoh yang diduga diperankan jagoan band papan atas tanah air (Ariel) dan juga presenter kondang(Luna maya dan Cut Tari). Terlepas benar atau tidak para tokoh pemerannya, yang pasti berita ini sangat menyita perhatian publik yang tidak hanya meluangkan banyak waktu untuk mencari seperti apa serunya, tetapi juga menghabiskan dana yang kalau dikumpulkan bisa mencapai milyaran rupiah guna mendapatkan video tsb, sungguh sesuatu yang sia-sia. Seorang psikolog Indonesia yang sering nongol di televisi (Ratih Ibrahim) memberikan sumbang sarannya, bahwa perkembangan teknologi tak akan bisa dibendung pengaruhnya baik berupa hal baek ataupun buruk. Jadi yang bisa mempressure anak-anak agar jangan sampai melangkah ke ajang orang dewasa ya tentu orang tua da...

Suara Langit

Musim kian tak menentu, di saat dulu musim hujan bisa jadi sekarang kemarau pun di saat dulu kemarau bisa jadi sekarang hujan terus menerus. Lalu apa peduliku mengintip hari-hari seperti ini, usahakan yang diambil resapi yang baik-baik saja. Seperti hari ini semringah hari yang tertutup mendung tak membuatku dan para pencari ilham hidup layu lunglai dalam bekapan awan gulita. Masih saja terdengar suara indah menyanjung kelemahan. Ketika matahati ini benar-benar mengintip tajuk kebaikan membelai mesra. Betapa hilir mudik kata seorang Khatib mengalun penuh kasih terhadap sesama, dimulai syukur shalawat doa hingga cerita yang penuh makna. Masa sepasang suami istri berikhtiar untuk menunaikan haji. Dalam kesederhanaan transportasi kala itu tak menutup niatnya untuk sampai di Masjidil Haram kota Makkah Al-Mukarramah dan juga Madinatul Munawwarah. Jarak ribuan mil ditempuh untuk sebuah cinta, Cinta pada Allah dan Rasul-Nya, sehingga berkembang menjadi cinta terhadap sesamanya. Diterpa keleti...

Koruptorkah Aku...?

Gambar
GEGAP gempita, riuh rendah tingkah kita sebagai anak bangsa baru saja kita lewati dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia pekan lalu. Kita bersyukur mampu bersikap dewasa, bisa mengendalikan emosi, dan dapat bergairah menegakkan kebenaran. Silang pendapat dan persepsi di antara kita, antara kekuatan rakyat, intelektual dan pihak pemerintah beserta pendukungnya juga telah kita lampaui tanpa menimbulkan dampak berarti. Berbagai kecemasan dan rasa waswas akan terjadinya keberingasan ataupun timbulnya people power menjadi musnah. Meski demikian masih saja di antara kita bersemangat membela diri dan berpendapat. Hal itu wajar-wajar saja dalam pergaulan masyarakat demokratis. Salah satu hak yang biasa dilakukan oleh masyarakat demokratis adalah menentukan sikap politik terhadap berbagai masalah yang dihadapi bangsa, termasuk korupsi yang sudah sampai pada kondisi yang amat memprihatinkan. Tidak bisa tidak aksi turun ke jalan atau menyatakan sikap lewat spanduk ataupun menyampaika...