Postingan

Cermin Kepedulian Berbangsa

Gambar
P erbedaan bukan berarti tak bisa saling untuk berbagai. Vihara Buddhagaya Watu Gong Semarang kemarin membagikan bingkisan Lebaran kepada sekitar 720 warga kurang mampu di sekitar lokasi atau wilayah Kecamatan Banyumanik. Pembagian bingkisan yang berisi 10 jenis kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan mi instan ini berlangsung tertib. Mulai dari pintu masuk, warga yang akan menerima bingkisan sudah di seleksi, yakni yang memiliki kupon. Kupon tersebut sebelumnya sudah dibagikan oleh pengurus pemerintahan setempat. Selain itu, penerima kupon adalah yang benar-benar membutuhkan dan kondisi ekonominya memang kurang mampu. ’’Saya berharap semuanya sabar, jangan tergesa-gesa, semua pasti dapat bagian,’’ ungkap ketua Yayasan Vihara Buddhagaya Watu Gong, Halim Wijaya, di aula serba guna tempat ibadah tersebut dengan pengeras suara. Masyarakat yang antre pun mematuhi dan dipanggil sesuai nomor urut. Lantaran tertib, tak lebih dari satu jam bingkisan ludes dibagi. Menurut Halim, kegiat...

Hidupkan Nurani Kita

A ku, kamu, dia, yang bagus pakaiannya, yang compang-camping pakaiannya, yang bagus rupa parasnya, yang jelek dan buruk tampangnya, selama menetap di bumi Allah di Indonesia tercinta ini adalah rakyat Indonesia. Yang punya jabatan ataupun tidak, yang punya harta berlimpah atau tidak, yang punya keturunan ningrat atau tidak, semua adalah rakyat yang punya hak dan kewajiban sama sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dengan memiliki hati nurani, yang sesungguhnya telah otomatis dibekalkan oleh Tuhan kepada kita, maka jauhkanlah hal-hal yang hanya akan menimbulkan emosi sosial dalam persaudaraan kita ini. Anda yang berkuasa dan kaya janganlah pamer harta benda dengan terus menerus melintas di jalanan si miskin tanpa mau beramal kepada mereka. Begitu juga anda yang kurang mampu haruslah terus berusaha mengejar harapan dan cita2 supaya tidak selalu tertinggal dengan yang lain, manfaatkanlah apa yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, jangan hanya berani me...

Upaya Menutup Keserakahan Jiwa

D alam kita kenang sesuatu yang begitu berarti dalam hidup kita, waktu yang terus menerus bergulir akhirnya akan membawa kita kepada tempat yang sangat pantas buat kita dengan bergantung atas apa yang kita lakukan sepanjang hayat kita. Selagi kita masih berdiam di bumi Allah ini kita tidak usah heran seribu gelengan, mengapa yang sudah cukup kondisi kehidupannya, begitu bertambah cukup sehingga disebut sebagai orang2 kaya, dan yang sudah susah makin bertambah payah sehingga bagi yang punya empati akan bilang sangat mengenaskan. Beginilah alur kehidupan yang semu, beginilah kefanaan dunia, dan beginilah mata lahir bisa melihat. Tetapi tidak akan berefek bagi insan2 yang penuh gelimang rahmat, tiada peduli dalam keadaan apapun dia berada, baik cukup, enak, sengsara, kaya, sehat, sakit, miskin, dan lain sebagainya dia tetap tegar dengan genggaman iman dalam kalbunya sebagai penuntun dan cahaya hidupnya. Jalan kehidupan sangatlah panjang, tidak terbatas hanya dunia saja, namun akan lebih m...

Makna Puasa

Tanpa terasa 1 Ramadhan 1429 H telah menghampiri kita, namun kita yang kedatangan bulan mulia ini masih terus saja mendiamkannya. Betapa tidak, meski dengan niat di malam hari untuk puasa tapi lidah dengan seenaknya menggunjing sesama tanpa ampun, mata yang masih diberi kenikmatan oleh Allah SWT sebagai penglihat dipersilahkan memandang apa saja yang membangkitkan syahwat, dan masih banyak lagi sesuatu yang harusnya kita namakan menahan sebagai bentuk menghormati tamu mulia ini malah kita cuekin saja. Sahabat saudaraku dan temanku sekeyakinan, ini adalah permulaan dari kita belajar hidup. Mari terjemahkan ramadhan sebagai jalan hidup selepas bulan suci ini berlalu, mari bersama-sama karena Islam sangat menganjurkan persatuan. Dan bukankah pepatah mengatakan "ringan sama dijinjing berat sama dipikul" insyaAllah kalau begitu keadannya maka akan sangat indah sekali kehidupan ini. Sahabat saudaraku dan temanku sekeyakinan, seribu kebaikan sedang menanti kita sebagai Rahmat dari T...

ADAB MENUNTUT ILMU

Oleh : Ustadz Abdullah Shaleh Al Hadrami Mukaddimah: S egala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, keluarga, para sahabat dan pengikut setia mereka sampai hari kiamat, Amma ba’du: Allah telah menjaga pertahanan kaum muslimin dengan mujahidin (orang-orang yang berjihad) dan menjaga syariat Islam dengan para penuntut ilmu, sebagaimana dalam firman-Nya: “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At Taubah:122) Pada ayat tersebut, Allah membagi orang-orang yang beriman menjadi dua kelompok, mewajibkan kepada salah satunya berjihad fi sabilillah dan kepada yang lainnya mempelajari ilmu agama. Sehingga ti...

Sahaja Bermakna

Gambar
T elah jauh kita berjalan, mengikuti roda kehidupan. Dari apa yang Tuhan takdirkan untuk mahluk-Nya sampai mahluk itu sendiri yang saking beraninya melawan kehendak-Nya. Hidup memang mudah sepertinya karena sudah ada yang mengatur, tetapi praktek hidup yang sesuai dengan tatanan standar kebaikan sangatlah susah dan mendaki lagi terjal. Bisa anda baca, lihat dan dengar berapa banyak saudara kita mati dengan tragis karena tidak mau melihat dan menerima kenyataan hidupnya. Saudaraku kebetulan sekali Allah masih memberi kita nikmat tak terhingga sampai pada hari ini, karena nafas masih tersisa untuk melanjutkan sisa perjalanan usia. Saat yang lalu pula ada kata2 bijak yang sangat berguna bagi kalbu kita yang masih terus tergerus hawa (nafsu) rakus dunia. “Manusia hidup itu pada dasarnya adalah sendiri, kalaupun ada istri, suami, anak, tetangga, pacar, teman dan lain sebagainya itu semua adalah karena kasihsayang Allah Tuhan semesta alam”. Dari itu si kaya jangan merasa apa yang telah Allah...

Tak ada kata terlambat menuntut ilmu

N enek 94 Tahun Raih Master Ilmu Kedokteran Usia lanjut tak menghentikan semangat belajar seorang Phyliss Turner. Pada usia 94, Turner resmi bergelar master ilmu kedokteran dari Universitas Adelaide. Phyliss Turner mencapai puncak prestasi pendidikan di usia 94 ketika berhasil meraih gelar master di bidang ilmu kedokteran dari Universitas Adelaide, Kamis (2/8). Yang membuat kisahnya luar biasa adalah, Turner harus meninggalkan bangku SD Annadale, Sydney, di usia 12 tahun. Waktu itu dia harus membantu ibunya merawat adikadiknya setelah sang ayah meninggalkan keluarga itu. Pendidikan pun makin jauh dari angan karena Turner harus menikah di usia muda. “Dia memang perempuan tua yang kuat,” ujar Sue Rudall, satu dari 23 cicit dan 9 canggah-nya. Bangku sekolah baru dijamahnya kembali 60 tahun kemudian. Phil, panggilan akrabnya, mendaftar di Universitas Adelaide pada usia 70. Dua tahun kemudian, dia mendaftar untuk memperoleh beasiswa selama 12 bulan di Universitas California, AS. Hebatnya, p...