Koruptorkah Aku...?
GEGAP gempita, riuh rendah tingkah kita sebagai anak bangsa baru saja kita lewati dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia pekan lalu. Kita bersyukur mampu bersikap dewasa, bisa mengendalikan emosi, dan dapat bergairah menegakkan kebenaran. Silang pendapat dan persepsi di antara kita, antara kekuatan rakyat, intelektual dan pihak pemerintah beserta pendukungnya juga telah kita lampaui tanpa menimbulkan dampak berarti. Berbagai kecemasan dan rasa waswas akan terjadinya keberingasan ataupun timbulnya people power menjadi musnah. Meski demikian masih saja di antara kita bersemangat membela diri dan berpendapat. Hal itu wajar-wajar saja dalam pergaulan masyarakat demokratis. Salah satu hak yang biasa dilakukan oleh masyarakat demokratis adalah menentukan sikap politik terhadap berbagai masalah yang dihadapi bangsa, termasuk korupsi yang sudah sampai pada kondisi yang amat memprihatinkan. Tidak bisa tidak aksi turun ke jalan atau menyatakan sikap lewat spanduk ataupun menyampaika...