Meneladani kecerdasan kepemimpinan Rasulullah SAW
Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pada hari yang indah ini Alhamdulillah saya masih diberikan panjang umur sehingga dapat mengikuti ritual ibadah Jum’at sebagaimana biasa. Bagi saya mungkin ini hari luar biasa karena pada saat-saat jum’atan yang lalu hamper dapat dipastikan kalau jum’atan ada mimpinya walau sebentar. Entah disebabkan capek atau khotbah yang kurang asyik didengar (Allahummaghfir li wali jamii’ilmuslimiin. Amiin). Untaian indah kalimat khatib (Ust. H. Abdullah Siddiq), terdengar bait-baitnya yang tidak puitis tetapi sejuk. Kurang lebih demikian isinya (singkat saja) : Sebagai seorang pemimpin Rasulullah SAW tidak perlu diragukan lagi etika kepemimpinannya. Mulai dari sifat kecerdasan beliau, amanahnya, shiddiqnya, serta tablighnya. Khatib mengklasifikasi cerdas dalam beberapa pengertian. Yang pertama Beliau (Rasul) adalah cerdas yang intelektual (rasional). Emosional (etis). Spiritual (religius). Pemimpin yang cerdas pastilah banyak jumlahnya. Akan tetapi kecerd...