Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Meneladani kecerdasan kepemimpinan Rasulullah SAW

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pada hari yang indah ini Alhamdulillah saya masih diberikan panjang umur sehingga dapat mengikuti ritual ibadah Jum’at sebagaimana biasa. Bagi saya mungkin ini hari luar biasa karena pada saat-saat jum’atan yang lalu hamper dapat dipastikan kalau jum’atan ada mimpinya walau sebentar. Entah disebabkan capek atau khotbah yang kurang asyik didengar (Allahummaghfir li wali jamii’ilmuslimiin. Amiin). Untaian indah kalimat khatib (Ust. H. Abdullah Siddiq), terdengar bait-baitnya yang tidak puitis tetapi sejuk. Kurang lebih demikian isinya (singkat saja) : Sebagai seorang pemimpin Rasulullah SAW tidak perlu diragukan lagi etika kepemimpinannya. Mulai dari sifat kecerdasan beliau, amanahnya, shiddiqnya, serta tablighnya. Khatib mengklasifikasi cerdas dalam beberapa pengertian. Yang pertama Beliau (Rasul) adalah cerdas yang intelektual (rasional). Emosional (etis). Spiritual (religius). Pemimpin yang cerdas pastilah banyak jumlahnya. Akan tetapi kecerd...

Baca Pikiran Manusia

PADA zaman serba mesin ini, jangan heran bila sebuah komputer di masa depan nanti mampu mengenali mood Anda, bahkan mungkin bisa dijadikan teman curhat. Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan AS dan Inggris memungkinkan komputer memiliki sensitivitas terhadap emosi pengguna (user). Teknologi yang dikembangkan ini mampu menganalisa kombinasi dari beragam gerak wajah yang merepresentasi perasaan seseorang. Profesor Peter Robinson dari Universitas Cambridge (Inggris) mengatakan, sistem ini bekerja melalui bantuan kamera video yang diarahkan ke wajah user, sehingga mampu memonitor perubahan psikisnya setiap saat. Aplikasi dari program komputer itu pun bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan yang luas, seperti menolong pengendara yang kesulitan mengendalikan emosinya saat menyetir mobil, hingga membantu perusahaan merancang strategi promosi yang tepat berdasarkan mood konsumen. Bayangkan, jika komputer saja mampu secara detail memahami emosi manusia, mungkin suatu saat nanti handphone, mo...