Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2008

Cermin Kepedulian Berbangsa

Gambar
P erbedaan bukan berarti tak bisa saling untuk berbagai. Vihara Buddhagaya Watu Gong Semarang kemarin membagikan bingkisan Lebaran kepada sekitar 720 warga kurang mampu di sekitar lokasi atau wilayah Kecamatan Banyumanik. Pembagian bingkisan yang berisi 10 jenis kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan mi instan ini berlangsung tertib. Mulai dari pintu masuk, warga yang akan menerima bingkisan sudah di seleksi, yakni yang memiliki kupon. Kupon tersebut sebelumnya sudah dibagikan oleh pengurus pemerintahan setempat. Selain itu, penerima kupon adalah yang benar-benar membutuhkan dan kondisi ekonominya memang kurang mampu. ’’Saya berharap semuanya sabar, jangan tergesa-gesa, semua pasti dapat bagian,’’ ungkap ketua Yayasan Vihara Buddhagaya Watu Gong, Halim Wijaya, di aula serba guna tempat ibadah tersebut dengan pengeras suara. Masyarakat yang antre pun mematuhi dan dipanggil sesuai nomor urut. Lantaran tertib, tak lebih dari satu jam bingkisan ludes dibagi. Menurut Halim, kegiat...

Hidupkan Nurani Kita

A ku, kamu, dia, yang bagus pakaiannya, yang compang-camping pakaiannya, yang bagus rupa parasnya, yang jelek dan buruk tampangnya, selama menetap di bumi Allah di Indonesia tercinta ini adalah rakyat Indonesia. Yang punya jabatan ataupun tidak, yang punya harta berlimpah atau tidak, yang punya keturunan ningrat atau tidak, semua adalah rakyat yang punya hak dan kewajiban sama sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dengan memiliki hati nurani, yang sesungguhnya telah otomatis dibekalkan oleh Tuhan kepada kita, maka jauhkanlah hal-hal yang hanya akan menimbulkan emosi sosial dalam persaudaraan kita ini. Anda yang berkuasa dan kaya janganlah pamer harta benda dengan terus menerus melintas di jalanan si miskin tanpa mau beramal kepada mereka. Begitu juga anda yang kurang mampu haruslah terus berusaha mengejar harapan dan cita2 supaya tidak selalu tertinggal dengan yang lain, manfaatkanlah apa yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, jangan hanya berani me...

Upaya Menutup Keserakahan Jiwa

D alam kita kenang sesuatu yang begitu berarti dalam hidup kita, waktu yang terus menerus bergulir akhirnya akan membawa kita kepada tempat yang sangat pantas buat kita dengan bergantung atas apa yang kita lakukan sepanjang hayat kita. Selagi kita masih berdiam di bumi Allah ini kita tidak usah heran seribu gelengan, mengapa yang sudah cukup kondisi kehidupannya, begitu bertambah cukup sehingga disebut sebagai orang2 kaya, dan yang sudah susah makin bertambah payah sehingga bagi yang punya empati akan bilang sangat mengenaskan. Beginilah alur kehidupan yang semu, beginilah kefanaan dunia, dan beginilah mata lahir bisa melihat. Tetapi tidak akan berefek bagi insan2 yang penuh gelimang rahmat, tiada peduli dalam keadaan apapun dia berada, baik cukup, enak, sengsara, kaya, sehat, sakit, miskin, dan lain sebagainya dia tetap tegar dengan genggaman iman dalam kalbunya sebagai penuntun dan cahaya hidupnya. Jalan kehidupan sangatlah panjang, tidak terbatas hanya dunia saja, namun akan lebih m...

Makna Puasa

Tanpa terasa 1 Ramadhan 1429 H telah menghampiri kita, namun kita yang kedatangan bulan mulia ini masih terus saja mendiamkannya. Betapa tidak, meski dengan niat di malam hari untuk puasa tapi lidah dengan seenaknya menggunjing sesama tanpa ampun, mata yang masih diberi kenikmatan oleh Allah SWT sebagai penglihat dipersilahkan memandang apa saja yang membangkitkan syahwat, dan masih banyak lagi sesuatu yang harusnya kita namakan menahan sebagai bentuk menghormati tamu mulia ini malah kita cuekin saja. Sahabat saudaraku dan temanku sekeyakinan, ini adalah permulaan dari kita belajar hidup. Mari terjemahkan ramadhan sebagai jalan hidup selepas bulan suci ini berlalu, mari bersama-sama karena Islam sangat menganjurkan persatuan. Dan bukankah pepatah mengatakan "ringan sama dijinjing berat sama dipikul" insyaAllah kalau begitu keadannya maka akan sangat indah sekali kehidupan ini. Sahabat saudaraku dan temanku sekeyakinan, seribu kebaikan sedang menanti kita sebagai Rahmat dari T...